Untuk terus mengembangkan bisnis yang sudah Anda rintis, Anda perlu memahami ISO. Salah satu contohnya adalah ISO 9001. Apa itu ISO dan bagaimana proses mendapatkannya? Berikut ini penjelasan lengkapnya.
Tentang ISO9001
ISO adalah singkatan dari Internasional Standardization Organization. Sesuai dengan namanya, ISO adalah organisasi bertaraf internasional yang memiliki wewenang untuk menentukan standar suatu produk yang akan dipasarkan di seluruh dunia.
Karena itu, perusahaan yang akan memasarkan produk-produknya ke negara lain di dunia harus memiliki sertifikasi ISO terlebih dahulu. Dengan adanya label ISO pada kemasan produk, pembeli akan lebih percaya karena sudah lolos standar internasional.
ISO sendiri ada beberapa macam, termasuk ISO 9001. ISO ini dikhususkan untuk sertifikasi standarisasi Sistem Manajemen Mutu atau SMM. Saat sebuah perusahaan sudah mengantongi sertifikasi ISO ini, maka dipastikan jika perusahaan tersebut bisa menjaga kualitas produknya.
Intinya, produk yang dijual oleh perusahaan tersebut sudah sesuai prosedur dan berkualitas. Di Indonesia sendiri, sertifikasi ISO dikeluarkan oleh badan sertifikasi, misalnya SGS, DQS, MSA, dan lain-lain.
Cara Sebuah Perusahaan Mendapatkan Sertifikasi ISO9001
Lalu, bagaimana cara sebuah perusahaan mendapatkan sertifikasi ISO 9001 ini? Pertama, perusahaan tersebut harus memenuhi syarat sertifikasi ISO.
Syarat pertama adalah sudah menerapkan sistem manajemen mutu sesuai standar ISO setidaknya tiga bulan. Kedua, perusahaan tersebut harus lulus audit sertifikasi. Jika sudah memenuhi persyaratan tersebut, perusahaan bisa mengajukan audit ke badan sertifikasi yang sudah dipilih.
Saat pengajuan audit diterima, badan sertifikasi akan meminta perusahaan pemohon untuk mengirimkan dokumen ISO. Dokumen tersebut antara lain, pedoman mutu, kebijakan mutu, sasaran mutu, dan lain-lain.
Jangan lupa untuk melampirkan pula bukti pelaksanaan internal audit dan rapat tinjauan manajemen. Jika semua dokumen lengkap dan sudah disetujui, maka pihak badan sertifikasi akan mengadakan audit perusahaan.
Audit sendiri dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama, tim badan sertifikasi akan memeriksa kelengkapan syarat dokumentasi. Tahap kedua, mereka akan memeriksa pemenuhan persyaratan implementasi secara lengkap.
Cara Mengetahui Sebuah Perusahaan Lolos Sertifikasi ISO
Bagaimana Anda tahu jika perusahaan Anda lolos sertifikasi ISO? Tentunya, Anda akan mendapatkan hasil audit yang diadakan oleh badan sertifikasi. Jika tidak ada temuan yang bersifat fatal (majour), maka perusahaan Anda biasanya dinyatakan lolos sertifikasi.
Walaupun begitu, biasanya perusahaan akan mendapatkan daftar temuan minor dan observasi. Biasanya, temuan ini hanyalah saran untuk perbaikan agar proses dan mutu produk tetap terjaga. Temuan minor dan observasi tidak mempengaruhi lolos atau tidaknya sertifikasi perusahaan Anda.
Intinya, asalkan tidak ada temuan majour, maka perusahaan Anda akan lolos sertifikasi. Setelah dinyatakan lolos, lakukan perbaikan temuan minor dan observasi sambil menunggu proses cetak sertifikasi. Biasanya, perusahaan akan mendapatkan sertifikasi sekitar 2 minggu hingga 1 bulan setelah dinyatakan lolos.
Jangka Waktu Penggunaan Sertifikasi ISO
Perlu diketahui jika sertifikat ISO tidak berlaku selamanya. Sertifikat ini hanya berlaku selama 3 tahun saja. Setelah itu, akan diadakan audit re-sertifikasi. Dalam proses ini, perusahaan akan diaudit secara berkala. Misalnya, tim badan sertifikasi akan mengaudit 6 bulan atau 1 tahun sekali.
Dengan berbekal sertifikat ISO, perusahaan akan lebih yakin dalam memproduksi sebuah produk. Misalnya perusahaan Anda memiliki label sertifikat ISO 9001, maka pembeli yakin dengan kualitas produk Anda.
Penjualan di luar negeri pun lebih mudah karena adanya sertifikat ini. Proses mendapatkan ISO tidak begitu sulit asalkan perusahaan Anda sudah menerapkan manajemen mutu sejak awal.