Jl.Bintaro Raya No. 8,
Kby. Lama Utara Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12240
Senin - Sabtu 8.00 - 18.00.
Minggu TUTUP

ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001: Apa Beda dan Fungsinya untuk Usaha?

Saat sedang mengecek barang dan jasa, Anda barangkali pernah melihat label seperti ISO 9001, 14001, dan 45001. Label-label tersebut mempunyai makna tersendiri dan penting untuk perusahaan. Anda yang sedang atau akan mengelola kegiatan usaha sebaiknya mengetahui arti masing-masing label kalau ingin usaha berjalan lancar.

Merupakan singkatan International Standardization Organization, ISO adalah sebuah organisasi internasional yang punya wewenang menciptakan ketentuan standar yang diberlakukan di seluruh dunia. Anggota ISO terdiri atas warga yang tersebar di berbagai negara. Dengan begitu, standar tersebut dapat diterapkan secara adil dan mewakili masing-masing negara.

Membedakan ISO 9001, 14001, dan 45001

Belum punya atau mengurus pengajuan ISO? Pahami dulu makna masing-masing ISO, dalam hal ini mencakup 9001, 14001, serta 45001.

  • ISO 9001

ISO seri 9001 merupakan pengembangan ISO 9000, yakni standar yang berkaitan dengan sistem manajemen mutu, baik barang dan jasa, dari perusahaan. ISO 9000 berorientasi pada stanfar manajemen dan layanan pelanggan mutu yang kali pertama diterbitkan pada 1994. Lantas ISO seri 9001 sifatnya generik, sehingga dapat diterapkan pada organisasi skala kecil maupun besar.

ISO seri 9001 akan mengarahkan perusahaan mengatur pedoman operasional terbaik untuk menghasilkan kualitas yang baik pula. Penerapannya pun akan memberikan manfaat yang mencakup standar sesuai perusahaan, menciptakan lingkungan yang baik, dan kondusif.

ISO seri 9001 juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Jadi, perusahaan akan menerima hasil maksimal dan stabil. Apalagi kalau Anda menunjangnya dengan sertifikat K3 atau SMK3. Alhasil, karyawan aman dan nyaman selama beraktivitas.

  • ISO 14001

Selanjutnya ada ISO seri 14001 yang berkaitan dengan Environment Management System (EMS) atau Sistem Manajemen Lingkungan (SML). Kemunculan ISO ini bermula dari pengembangan aspek manajemen mutu. Kali pertama terbit pada 1996, ISO seri 14001 diadakan untuk pemenuhan pada pengelolaan lingkungan hidup sebelum kemudian direvisi pada 2004.

Setelah direvisi, ISO 14001 hadir untuk mendukung sistem manajemen supaya terintegrasi serta sejalan dengan ISO seri 9001:2008 yang membahas perihal manajemen mutu. Adapun fungsi standar ISO seri 14001 adalah membantu organisasi aktif untuk mengantisipasi dampak negatif.

Kemudian, ISO seri 14001 juga ditujukan sebagai metode pendekatan untuk mengatur sumber daya alam dan lingkungan hidup. Upayanya diseragamkan dengan lingkup tradisional supaya perusahaan mampu memaksimalkan kemampuan untuk memperbaiki mutu lingkungan.

  • ISO 45001

Terakhir, ada ISO seri 45001 yang mencakup pembahasan penentuan syarat sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja atau OH & S. Seri ISO ini juga memuat panduan penggunaan untuk memperbaiki performa K3 untuk mencegah risiko seperti cedera dan memburuknya kesehatan. Penerapannya pun terlepas dari ukuran, sifat, maupun jenis.

Persyaratan yang dimaksudkan dalam ISO seri 45001 nantinya diintegrasikan ke proses manajemen organisasi. Hal ini mencakup aspek kesehatan dan keselamatan lain seperti kesejahteraan dan mutu kesehatan. Namun, perusahaan juga dapat meminta persyaratan hukum untuk hal-hal tertentu.

ISO 45001 pun memberikan berbagai manfaat. Misalnya mengembangkan kebijakan K3, menetapkan sistem berdasarkan konteks, menentukan potensi risiko K3, mengevaluasi performa, hingga memastikan karyawan mana saja yang aktif mengimplementasikan K3.

Apa Anda sudah bisa membedakan masing-masing seri ISO? Satu hal penting lainnya, setelah membaca artikel ini Anda diharapkan tak ragu untuk mengajukan SMK3 maupun ISO yang dibutuhkan perusahaan. Dengan begitu, kegiatan usaha berjalan tanpa terjerat masalah hukum yang memberatkan operasional.

Hubungi Kami

Untuk konsultasikan biaya atau hal lainnya bisa langsung ditanyakan Pada admin